Kakak Belajar di Pesantren

4 09 2012

Ketika kaki-mu melangkah meninggalkan rumah dan berpamitan kepada saudara, teman dan tetanggamu, mereka melepasmu dengan penuh keheranan dan kesedihan bahkan ada yang menitikkan air mata. Tetapi kamu sendiri senyum bahagia dengan penuh lepasnya. Seolah kamu ingin mengatakan dengan senyuman itu, ini memang pilihan dan keinginan saya….

Ketika kami masih ingin memanjakan dirimu sebelum betul-betul kami meninggalkanmu, kamu sudah meminta kami segera pulang…

Ketika masih tersisa keraguan kami akan interaksi kamu dengan teman-teman barumu, kamu bilang sudah mempunyai tiga teman baru sambil kamu menyebut nama-nama  baru itu seraya meyakinkan kami agar segera menghilangkan keragu-raguan pada diri kami….

Kakak Nawal..akhirnya dengan sepenuh hati, kami melepaskanmu untuk menuntut ilmu di Pesantren Nihayatul Amal Karawang. Usiamu memang masih belia, baru 8 (delapan) tahun.  Tapi keteguhanmu meyakinkan Buya-Bunda untuk menitipkanmu di Pesantren. Bagi sebagian orang, kamu masih kecil untuk dilepas jauh dari orang tua. Tapi kamu menyaksikan sendiri, di sana bahkan adik-adikmu yang usianya baru menginjak 5 (lima) tahun sudah masuk pesantren sejak mereka TK. Jadi, kamu tidak terlalu kecil untuk dititipkan di Pesantren…

Tentu harapan Buya dan Bunda, kamu dapat belajar dengan baik,  menambah hafalan Juz ‘Amma dan kamu menjadi anak yang sholeh yang senantiasa berbakti kepada Buya dan Bunda…

Buya dan Bunda bangga pada kamu, karena sejak dini seolah kamu memahami tentang pentingnya pendidikan di dunia Pesantren. Pesantren bukan sekedar lembaga pendidikan biasa, pesantren bukan sekedar menjadikanmu menjadi orang berilmu. Pesantren tidak akan menjadikanmu manusia kolot dan tidak modern, pesantren bukan tempat pembuangan anak dari orang tuanya seperti banyak anggapan orang. Pesantren tempat menuntut ilmu, pesantren tempat penyemaian akhlaq, pesantren tempat pembentukan karakter terlebih di saat bangsa ini sudah tidak jelas lagi karakternya. Banyak hal yang akan kamu dapat yang sulit didapat di tempat-tempat pendidikan formal biasa.

Dulu,  keluarga besarmu merupakan orang-orang yang dididik di lingkungan pesantren. Abande, Ibunde,  Buya, Bunda, uwa, bibi, dan om-om kamu merupakan orang-orang pesantren ….

Minggu, 2 September 2012  merupakan hari penting dan bersejarah bagi kehidupan kamu. Buya-Bunda, dede Azih dan dede Nasyath, Ibunde dan yang lainnya mengantarkanmu ke Pesantren Tarbiyatul Awlad Nihayatul Amal. Semua saudaramu juga mengantarkan do’a kepergianmu semoga kamu senantiasa sehat, betah, belajar dengan baik dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat..

Kakak Nawal….kamu yang anteng yah di pesantren. Kamu selalu ada di hati Buya-Bunda juga di hati Ibunde dan yang lainnya juga. Buya-Bunda sayaaang samu kamu kak…Senang selalu yah Nak….

Trima Ya Allah……

اللهم أولادي وأولادنا أولادا صالحين سالمين حاذقين سعداء أشخياء موفقين للخيرات وزائرين للبيت الحرام

اللهم اجعلهم أولادا صالحين يدعون لوالديهم وبرين بهم ومطيعين لك ولرسولك

اللهم أطل أعمارهم في الطاعة وصحح أجسادهم وأحسن أصواتهم وغناهم لقرائة القرآن والحديث وارزقهم  العافية في الدين والدنيا والآخرة


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: